Song: Kristy, are you doing Okay?
Artist: The Offspring
Album: Rise and Fall, Rage and Grace
Year: 2008
Tab by: Baskoro ismail(Baz.koro@yahoo.co.id)
Intro:
C F G (2x)
C C/B
there's a moment in time
Am G F
and it's stuck in my mind
(F) G
way back when we were just kids
C C/B
cuz your eyes told the tale
Am G F
of an act of betrayal
(F) G
i knew that somebody did
F G
oh waves of time
C C/B Am G
seem to wash away the scenes of our crimes
F G
for you this never ends
C
can you stay strong
Am
can you go on
Dm F' G'
Kristy are you doing okay
C
a rose that won't bloom
Am
winters kept you
Dm F G
don't waste your whole life trying to get back what was taken away
C F G
C C/B Am G F
though the marks on your dress have been neatly repressed
(F) G
i knew that something was wrong
C C/B
and i shoulda spoke out
Am G
and i'm so sorry now
F G
i didn't know cuz we were so young
F G C C/B Am G
oh clouds of time seem to rain on innocence left behind
F G
and never goes away
C
can you stay strong
Am
can you go on
Dm F' G'
Kristy are you doing okay
C
a rose that won't bloom
Am
winters kept you
Dm F G
don't waste your whole life trying to get back what was taken away
C F G (2x)
C C/B Am G F G
e|-----------------------------------------------------------------------|
B|--13----13----12----12-----13----13----12----12------------------------|
G|-----12----12----12----12-----14----14----12----12--10~----9--7--9--7--|
D|-----------------------------------------------------------------------|
A|-----------------------------------------------------------------------|
E|-----------------------------------------------------------------------|
C C/B Am G F G
e|----------------------------------------------------13~---12-10-12-15---|
B|-/13----13----12----12-----13----13----12----12-------------------------|
G|-----12----12----12----12-----14----14----12----12----------------------|
D|------------------------------------------------------------------------|
A|------------------------------------------------------------------------|
E|------------------------------------------------------------------------|
F G C C/B Am G
oh clouds of time seem to rain on innocence left behind
F
and never goes away
G
and never goes away
C
can you stay strong
Am
can you go on
Dm F' G'
Kristy are you doing okay
C
a rose that won't bloom
Am
winters kept you
Dm F G
don't waste your whole life trying to get back what was taken away
C C/B Am G
e|----------------------------------------------------|
B|--13----13----12----12-----13----13----12----12-----|
G|-----12----12----12----12-----14----14----12----12\-|
D|----------------------------------------------------|
A|----------------------------------------------------|
E|----------------------------------------------------|
Dm F G
don't waste your whole life trying to get back what was taken away
C F G (2x)
C
Baz and everything he had
My photo
Label
Informasi
(6)
Lirik'n'Chord
(7)
My life
(1)
Panduan musik
(1)
Pelajaran
(6)
Sejarah band
(1)
Tab
(4)
Video
(4)
Senin, 28 Februari 2011
Teori atom
1. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Democritus (460 SM–370 SM)
Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunani: atomos = tidak terbagi). Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384–322 SM), yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655 Gasendi mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat.
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Democritus (460 SM–370 SM)
Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunani: atomos = tidak terbagi). Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384–322 SM), yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655 Gasendi mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat.
me and my life
mungkin di posting ini saya ingin memperkenalkan diri saya. nama saya Baskoro ismail. saya biasa dipanggil baskoro.saya lahir di jakarta,1 april 1996.hobi saya adalah main band,berenang,fitness,futsal,baca komik,ngenet.saya bersekolah di SMP Negeri 1 Balikpapan.tepatnya di kelas 9 Rsbi-1.saya sangat menyukai kelas ini karena mereka baik,ramah,lucu, walaupun kadang2 menyebalkan.dan kelas ini termasuk unik karena kelas ini mempunyai banyak gang dari anak band,fufufu,the pintares,JBB.hahaha aneh2 kan nama gangnya???
yah sekian dulu perkenalan dari saya, jika ingin berkenalan lebih lanjut:
twitter :Basis14
Facebook :Baskoro Ismail
follow dan komen blog ini
dan ini beberapa foto saya :
Zaman kelas 1 :
Masih culun ya hahaha
Zaman kelas 2 :
agak berkembang seidkit tapi mulai gaya nih hahaha
Zaman kelas 3nya ditunggu ya soalnya belom sempet pindahin foto pensi ke laptop hehehe ^___^'
yah sekian dulu perkenalan dari saya, jika ingin berkenalan lebih lanjut:
twitter :Basis14
Facebook :Baskoro Ismail
follow dan komen blog ini
dan ini beberapa foto saya :
Zaman kelas 1 :
Masih culun ya hahaha
Zaman kelas 2 :
agak berkembang seidkit tapi mulai gaya nih hahaha
Zaman kelas 3nya ditunggu ya soalnya belom sempet pindahin foto pensi ke laptop hehehe ^___^'
Rabu, 23 Februari 2011
IPS
SEJARAH BERDIRINYA ASEAN
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya ASEAN Charter (Piagam ASEAN) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-13 ASEAN di Singapura, Selasa (20/11). Piagam ASEAN tersebut diteken oleh 10 pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Myanmar. Kesepuluh kepala negara atau kepala pemerintahan ASEAN yang membubuhkan tanda tangan pada Piagam ASEAN itu adalah Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Hun Sen (Kamboja), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Indonesia), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), Abdullah Ahmad Badawi (Malaysia). Selanjutnya, PM Thein Sein (Myanmar), Gloria Maccapagal Arroyo (Filipina), PM Surayud Chulanont (Thailand), PM Nguyen Tan Dung (Vietnam), dan PM Lee Hsien Loong (Singapura).
Padahal sebelumnya sejumlah pihak mengkhawatirkan PM Myanmar tidak akan ikut menandatangani dokumen tersebut dikaitkan dengan kondisi politik yang memanas di dalam negeri negara itu.
Selain Piagam ASEAN, juga ditandatangani tiga deklarasi yaitu cetak biru ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Declaration on the 13th Session of the Conference on Climate Change (UNFCCC), dan Conference of Parties Serving as the Meeting of the Parties (CMP) to the Protocol Kyoto Protocol
Upacara penandatanganan disaksikan sejumlah menteri dari masing-masing negara dan liput sekitar 100 orang media cetak dan elektronik. Usai penandatanganan, para kepala negara melakukan acara bersulang (toast), yang disambut tepuk tangan para hadirin. Selanjutnya para kepala negara melakukan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan foto bersama dengan para menteri luar negeri, dan anggota The Eminent Persons Group (EPG) and Members of High Level Taskforce (HTLF).
Tonggak Sejarah
Piagam ASEAN disebut tonggak sejarah baru karena baru dimiliki ASEAN setelah 40 tahun berdiri. Piagam ASEAN merupakan dokumen yang diharapkan akan mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi menjadi suatu organisasi regional yang memiliki leader personality, dan mekanisme dan struktur organisasi yang lebih jelas. Salah satu organ ASEAN yang akan dibentuk sesuai piagam ini adalah Badan HAM ASEAN
Piagam itu terdiri dari pembukaan, 13 bab, dan 55 pasal. Pasal-pasalnya menegaskan kembali prinsip-prinsip yang tertuang dalam seluruh perjanjian, deklarasi, dan kesepakatan ASEAN
Dalam penyusunan piagam itu, Indonesia telah menunjukkan kepemimpinannya dalam mendorong disepakatinya hal-hal penting seperti prinsip demokrasi, good governance, dan perlindungan HAM.
RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan
1. Bagaimana sejarah berdirinya ASEAN ?
2. Tujuan dibentuknya Piagam Asean (Asean Chartered) ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH BERDIRINYA ASEAN
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN digariskan seperti berikut:
Menghormati kemerdekaan, kesamaan, integritas dan identitas nasional semua negara
Setiap negara memiliki hak untuk menyelesaikan permasalahan nasionalnya tanpa ada campur tangan dari luar
Penyelesaian perbedaan atau perdebatan antar negara dengan aman
Menolak penggunaan kekuatan dan kekerasan
Meningkatkan kerjasama yang efektif antara anggota
ASEAN dikukuhkan oleh lima negara pengasas; Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok Proses pembentukan ASEAN dibuat dalam sebuah penandatanganan perjanjian yang dikenal dengan nama “Deklarasi Bangkok”. Adapun yang bertanda tangan pada Deklarasi Bangkok tersebut adalah para menteri luar negeri saat itu, yaitu Bapak Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand). Pada tanggal 8 Januari 1984, seminggu setelah mencapai kemerdekaannya, negara Brunei masuk menjadi anggota ASEAN. 11 tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudianya, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja sudah menjadi anggota ASEAN bersama sama Myanmar dan Laos, Kamboja terpaksa menarik diri disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Namun, dua tahun kemudian Kamboja kembali masuk menjadi anggota ASEAN pada 30 April 1999.
LOGO ASEAN
Logo ASEAN membawa arti ASEAN yang stabil, aman, bersatu dan dinamik. Warna logo ada 4 yaitu biru, merah, putih dan kuning. Warna tersebut merupakan warna utama lambang negara-negara ASEAN. Warna biru melambangkan keamanan dan kestabilan. Merah bermaksud semangat dan dinamisme sedangkan putih menunjukkan ketulenan dan kuning melambangkan kemakmuran. Sepuluh tangkai padi melambangkan cita-cita pelopor pembentuk ASEAN di Asia Tenggara, yaitu bersatu dan bersahabat. Bulatan melambangkan kesatuan ASEAN.
B. TUJUAN DIBENTUKNYA PIAGAM ASEAN (ASEAN CHARTERED).
Tahun 2007 bisa dikatakan bersejarah bagi ASEAN. Kawasan ini memiliki tampilan baru. Ada harapan ASEAN akan terstruktur dan tersistematis.
Semua itu ditandai dengan ditandatanginya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) sebagai kerangka “konstitusi bersama” ASEAN.
Keberadaan sebuah piagam agar bisa lebih mengikat negara-negara anggota sebenarnya sudah cukup lama dikumandangkan di kalangan pemikir ASEAN. Akan tetapi, baru pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2003 di Bali, keinginan ASEAN untuk memiliki sebuah piagam bersama itu mulai dikonkretkan.
Ibarat sebuah perusahaan yang harus memiliki status hukum yang jelas, apakah itu perseroan terbatas (PT) atau perusahaan dagang (PD), ASEAN sebagai organisasi regional yang sudah berusia 40 tahun ini memang sudah seharusnya punya status hukum. Idealnya, dengan adanya status hukum itu, ASEAN lebih punya keleluasaan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya kalangan pebisnis. Dia (ASEAN) juga bisa memiliki aset, visi, dan misi, serta alat/perangkat untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut.
Piagam ASEAN memang tidak otomatis akan mengubah banyak hal di ASEAN. Malah, piagam itu sesungguhnya makin mengekalkan banyak kebiasaan lama. Misalnya, pengambilan keputusan di ASEAN tetap dengan cara konsensus dan KTT ASEAN menjadi tempat tertinggi untuk pengambilan keputusan jika konsensus tidak tercapai atau jika sengketa di antara anggota terjadi.
Meski demikian, piagam tersebut hadir di saat yang pas, yaitu ketika kawasan Asia Tenggara ini terus berubah dan negara-negara ASEAN semakin memperluas cakupan kerja sama yang lebih kukuh ke Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan China), Asia Tengah (India), serta ke selatan (Australia dan Selandia Baru). Juga, KTT Asia Timur yang diselenggarakan beriringan dengan KTT ASEAN.
Tujuan dibentuknya Piagam Asean adalah sebagai berikut
1. Permudah kerja sama
Adanya Piagam ASEAN secara organisatoris akan membuat negara anggota ASEAN relatif akan lebih terikat kepada berbagai kesepakatan yang telah dibuat ASEAN. Secara teoretis, piagam itu akan semakin mempermudah kerja sama yang dibuat ASEAN dengan mitra-mitra dialognya.
Jika pada masa lalu mitra ASEAN terkadang mengeluh bahwa kesepakatan yang telah dibuat dengan ASEAN ternyata hanya dilaksanakan dan dipatuhi oleh beberapa negara anggota ASEAN, kini kekhawatiran itu bisa dikurangi.
Mekanisme kerja yang lebih jelas di ASEAN seperti tertuang dalam Piagam ASEAN itu juga akan mempermudah mitra-mitra atau calon-calon mitra yang ingin berurusan dengan ASEAN. Begitu pula bila di kemudian hari terjadi persengketaan, Piagam ASEAN telah membuat pengaturan umum untuk penyelesaian sengketa itu.
Lebih penting lagi secara politis, ASEAN kini menegaskan dirinya sebagai organisasi yang menghormati serta bertekad untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi. Piagam meminta ASEAN menghargai HAM.
Meski saat ini pelaksanaan kedua hal itu masih jauh dari ideal, setidaknya ASEAN sudah mengakui bahwa penghormatan atas HAM dan demokrasi sebagai nilai-nilai dasar, sama seperti umumnya negara maju. Dengan demikian, hambatan psikologis untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN seperti sering terdengar selama ini dari beberapa negara maju, setidaknya sudah bisa dikurangi meski hambatan belum sepenuhnya bisa dihapuskan.
2. Tantangan internal
Keberhasilan ASEAN melahirkan sebuah piagam bersama tidak otomatis bermakna ASEAN yang semakin solid. Tantangan terbesar justru berada di lingkungan internal ASEAN sendiri, khususnya bagaimana agar benar-benar bisa mengimplementasikan piagam itu sehingga ASEAN menjadi kekuatan yang menyatu dan tidak terpecah belah.
Bagaimanapun, kehadiran Piagam ASEAN, yang di dalamnya mengharuskan para anggota mematuhi apa-apa yang sudah diputuskan bersama oleh ASEAN, akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Mereka ini sebenarnya menaruh keberatan atas keputusan bersama itu. Meski demikian, Piagam ASEAN memang telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlalu keras terhadap para anggotanya yang belum bisa menaati kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat.
Celah-celah untuk kompromi yang sering kali diistilahkan banyak kalangan sebagai cara ASEAN (the ASEAN way) masih banyak diakomodasi di dalam piagam tersebut. Di bidang ekonomi, misalnya, Piagam ASEAN menjamin hak negara-negara anggota untuk berpartisipasi secara fleksibel dalam pelaksanaan komitmen-komitmen ekonomi di ASEAN. Begitu pula dalam pelaksanaan prinsip-prinsip “politik” ASEAN, seperti khususnya demokrasi dan penghormatan dan jaminan atas hak-hak asasi manusia, asas yang fleksibel tetap dipertahankan.
Satu hal penting dalam Piagam ASEAN yang memang sudah selayaknya dilakukan adalah menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang berorientasi pada rakyat atau bukan organisasi birokrat semata. Dengan demikian, dibuka bahkan didorong kesempatan lebih besar kepada warga masyarakat ASEAN untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih intens.
Pergaulan rakyat ASEAN di kawasan regional dan internasional itu tentu akan berkontribusi positif kepada kerja sama ASEAN dengan mitra-mitranya di seluruh kawasan.
3. Langkah paling maju
Ada tiga rencana ASEAN yang dituliskan di piagam itu. Tiga hal itu adalah menginginkan lahirnya Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Keamanan ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.
Jangan skeptis dulu dengan rencana pembentukan komunitas itu. Atau jangan melihat realitas sekarang jika ingin menilai prospek pembentukan tiga jenis komunitas itu. ASEAN bisa saja tidak terlihat berwibawa, melihat realitas sekarang, dengan mayoritas anggotanya punya masalah tersendiri yang tergolong berat. Beberapa di antaranya bahkan masih tergolong negara paria.
Sesungguhnya, rencana pembentukan komunitas itu merupakan refleksi dari tajamnya visi para pemikir ASEAN. Piagam itu disusun para pakar atau figur terkenal di ASEAN. Wakil dari Indonesia adalah mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas.
Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas terkesan jengkel dengan analisis pengamat yang relatif selalu skeptis melihat ASEAN. “Mereka itu kadang genit, ya,” demikian kalimat lucu dari Ali Alatas mengomentari piagam yang disambut dingin oleh pengamat.
4. Piagam merefleksikan pandangan jauh ke depan.
Bahkan, piagam secara tersirat akan membuat ASEAN malu jika tidak bisa memenuhinya di kemudian hari. Inilah sumbangsih para pemikir ASEAN. Ini merupakan bukti bahwa para pakar ASEAN tidak dungu, tetapi punya sudut pandang yang strategis menuju masa depan.
Hal ini diperkuat lagi dengan rencana pemerintah ASEAN, yang pada November lalu, di Singapura, sudah menandatangani deklarasi pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Bahkan, pada tahun 2008 sudah ada langkah untuk mewujudkan komunitas ekonomi ini. Tujuan akhirnya adalah aliran barang, jasa, warga yang relatif lebih bebas di ASEAN.
Ini strategis mengingat contoh empiris, negara kaya di dunia menjadi makmur karena mobilitas itu. Para teknokrat ekonomi dan para figur terkenal ASEAN sudah memberi contoh soal penyusunan langkah ke depan.
Sekarang ini, eksekusinya ada di lingkungan pemerintah di ASEAN yang sarat problem, bahkan masih suka menyiksa rakyat.
Apakah junta Myanmar tahu piagam, atau lebih percaya piagam ketimbang paranormal? Ini hanya contoh kecil. Tetapi sudahlah, semoga waktu akan mengubah perangai dan perilaku sebagian pemerintahan di ASEAN, yang juga masih sering sekadar berkomitmen dan tidak bertindak nyata. Setidaknya mereka masih mau menorehkan sejarah baru dengan menandatangani Piagam ASEAN dan juga cetak biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2015
5. Strategis
Piagam itu sendiri dinilai strategis karena akan menjadi landasan hukum yang menjamin integrasi politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, demokratisasi, perlindungan hak asasi, dan pelestarian lingkungan.
Pembuatan piagam merupakan terobosan penting dalam sejarah ASEAN, yang selama 40 tahun lebih bersifat peguyuban. Dalam menghadapi tantangan 40 tahun kedua, ASEAN memang membutuhkan pijakan hukum yang lebih jelas dalam membangun blok politik dan ekonomi.
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya ASEAN Charter (Piagam ASEAN) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-13 ASEAN di Singapura, Selasa (20/11). Piagam ASEAN tersebut diteken oleh 10 pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Myanmar. Kesepuluh kepala negara atau kepala pemerintahan ASEAN yang membubuhkan tanda tangan pada Piagam ASEAN itu adalah Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Hun Sen (Kamboja), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Indonesia), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), Abdullah Ahmad Badawi (Malaysia). Selanjutnya, PM Thein Sein (Myanmar), Gloria Maccapagal Arroyo (Filipina), PM Surayud Chulanont (Thailand), PM Nguyen Tan Dung (Vietnam), dan PM Lee Hsien Loong (Singapura).
Padahal sebelumnya sejumlah pihak mengkhawatirkan PM Myanmar tidak akan ikut menandatangani dokumen tersebut dikaitkan dengan kondisi politik yang memanas di dalam negeri negara itu.
Selain Piagam ASEAN, juga ditandatangani tiga deklarasi yaitu cetak biru ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Declaration on the 13th Session of the Conference on Climate Change (UNFCCC), dan Conference of Parties Serving as the Meeting of the Parties (CMP) to the Protocol Kyoto Protocol
Upacara penandatanganan disaksikan sejumlah menteri dari masing-masing negara dan liput sekitar 100 orang media cetak dan elektronik. Usai penandatanganan, para kepala negara melakukan acara bersulang (toast), yang disambut tepuk tangan para hadirin. Selanjutnya para kepala negara melakukan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan foto bersama dengan para menteri luar negeri, dan anggota The Eminent Persons Group (EPG) and Members of High Level Taskforce (HTLF).
Tonggak Sejarah
Piagam ASEAN disebut tonggak sejarah baru karena baru dimiliki ASEAN setelah 40 tahun berdiri. Piagam ASEAN merupakan dokumen yang diharapkan akan mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi menjadi suatu organisasi regional yang memiliki leader personality, dan mekanisme dan struktur organisasi yang lebih jelas. Salah satu organ ASEAN yang akan dibentuk sesuai piagam ini adalah Badan HAM ASEAN
Piagam itu terdiri dari pembukaan, 13 bab, dan 55 pasal. Pasal-pasalnya menegaskan kembali prinsip-prinsip yang tertuang dalam seluruh perjanjian, deklarasi, dan kesepakatan ASEAN
Dalam penyusunan piagam itu, Indonesia telah menunjukkan kepemimpinannya dalam mendorong disepakatinya hal-hal penting seperti prinsip demokrasi, good governance, dan perlindungan HAM.
RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan
1. Bagaimana sejarah berdirinya ASEAN ?
2. Tujuan dibentuknya Piagam Asean (Asean Chartered) ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH BERDIRINYA ASEAN
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN digariskan seperti berikut:
Menghormati kemerdekaan, kesamaan, integritas dan identitas nasional semua negara
Setiap negara memiliki hak untuk menyelesaikan permasalahan nasionalnya tanpa ada campur tangan dari luar
Penyelesaian perbedaan atau perdebatan antar negara dengan aman
Menolak penggunaan kekuatan dan kekerasan
Meningkatkan kerjasama yang efektif antara anggota
ASEAN dikukuhkan oleh lima negara pengasas; Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok Proses pembentukan ASEAN dibuat dalam sebuah penandatanganan perjanjian yang dikenal dengan nama “Deklarasi Bangkok”. Adapun yang bertanda tangan pada Deklarasi Bangkok tersebut adalah para menteri luar negeri saat itu, yaitu Bapak Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand). Pada tanggal 8 Januari 1984, seminggu setelah mencapai kemerdekaannya, negara Brunei masuk menjadi anggota ASEAN. 11 tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudianya, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja sudah menjadi anggota ASEAN bersama sama Myanmar dan Laos, Kamboja terpaksa menarik diri disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Namun, dua tahun kemudian Kamboja kembali masuk menjadi anggota ASEAN pada 30 April 1999.
LOGO ASEAN
Logo ASEAN membawa arti ASEAN yang stabil, aman, bersatu dan dinamik. Warna logo ada 4 yaitu biru, merah, putih dan kuning. Warna tersebut merupakan warna utama lambang negara-negara ASEAN. Warna biru melambangkan keamanan dan kestabilan. Merah bermaksud semangat dan dinamisme sedangkan putih menunjukkan ketulenan dan kuning melambangkan kemakmuran. Sepuluh tangkai padi melambangkan cita-cita pelopor pembentuk ASEAN di Asia Tenggara, yaitu bersatu dan bersahabat. Bulatan melambangkan kesatuan ASEAN.
B. TUJUAN DIBENTUKNYA PIAGAM ASEAN (ASEAN CHARTERED).
Tahun 2007 bisa dikatakan bersejarah bagi ASEAN. Kawasan ini memiliki tampilan baru. Ada harapan ASEAN akan terstruktur dan tersistematis.
Semua itu ditandai dengan ditandatanginya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) sebagai kerangka “konstitusi bersama” ASEAN.
Keberadaan sebuah piagam agar bisa lebih mengikat negara-negara anggota sebenarnya sudah cukup lama dikumandangkan di kalangan pemikir ASEAN. Akan tetapi, baru pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2003 di Bali, keinginan ASEAN untuk memiliki sebuah piagam bersama itu mulai dikonkretkan.
Ibarat sebuah perusahaan yang harus memiliki status hukum yang jelas, apakah itu perseroan terbatas (PT) atau perusahaan dagang (PD), ASEAN sebagai organisasi regional yang sudah berusia 40 tahun ini memang sudah seharusnya punya status hukum. Idealnya, dengan adanya status hukum itu, ASEAN lebih punya keleluasaan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya kalangan pebisnis. Dia (ASEAN) juga bisa memiliki aset, visi, dan misi, serta alat/perangkat untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut.
Piagam ASEAN memang tidak otomatis akan mengubah banyak hal di ASEAN. Malah, piagam itu sesungguhnya makin mengekalkan banyak kebiasaan lama. Misalnya, pengambilan keputusan di ASEAN tetap dengan cara konsensus dan KTT ASEAN menjadi tempat tertinggi untuk pengambilan keputusan jika konsensus tidak tercapai atau jika sengketa di antara anggota terjadi.
Meski demikian, piagam tersebut hadir di saat yang pas, yaitu ketika kawasan Asia Tenggara ini terus berubah dan negara-negara ASEAN semakin memperluas cakupan kerja sama yang lebih kukuh ke Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan China), Asia Tengah (India), serta ke selatan (Australia dan Selandia Baru). Juga, KTT Asia Timur yang diselenggarakan beriringan dengan KTT ASEAN.
Tujuan dibentuknya Piagam Asean adalah sebagai berikut
1. Permudah kerja sama
Adanya Piagam ASEAN secara organisatoris akan membuat negara anggota ASEAN relatif akan lebih terikat kepada berbagai kesepakatan yang telah dibuat ASEAN. Secara teoretis, piagam itu akan semakin mempermudah kerja sama yang dibuat ASEAN dengan mitra-mitra dialognya.
Jika pada masa lalu mitra ASEAN terkadang mengeluh bahwa kesepakatan yang telah dibuat dengan ASEAN ternyata hanya dilaksanakan dan dipatuhi oleh beberapa negara anggota ASEAN, kini kekhawatiran itu bisa dikurangi.
Mekanisme kerja yang lebih jelas di ASEAN seperti tertuang dalam Piagam ASEAN itu juga akan mempermudah mitra-mitra atau calon-calon mitra yang ingin berurusan dengan ASEAN. Begitu pula bila di kemudian hari terjadi persengketaan, Piagam ASEAN telah membuat pengaturan umum untuk penyelesaian sengketa itu.
Lebih penting lagi secara politis, ASEAN kini menegaskan dirinya sebagai organisasi yang menghormati serta bertekad untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi. Piagam meminta ASEAN menghargai HAM.
Meski saat ini pelaksanaan kedua hal itu masih jauh dari ideal, setidaknya ASEAN sudah mengakui bahwa penghormatan atas HAM dan demokrasi sebagai nilai-nilai dasar, sama seperti umumnya negara maju. Dengan demikian, hambatan psikologis untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN seperti sering terdengar selama ini dari beberapa negara maju, setidaknya sudah bisa dikurangi meski hambatan belum sepenuhnya bisa dihapuskan.
2. Tantangan internal
Keberhasilan ASEAN melahirkan sebuah piagam bersama tidak otomatis bermakna ASEAN yang semakin solid. Tantangan terbesar justru berada di lingkungan internal ASEAN sendiri, khususnya bagaimana agar benar-benar bisa mengimplementasikan piagam itu sehingga ASEAN menjadi kekuatan yang menyatu dan tidak terpecah belah.
Bagaimanapun, kehadiran Piagam ASEAN, yang di dalamnya mengharuskan para anggota mematuhi apa-apa yang sudah diputuskan bersama oleh ASEAN, akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Mereka ini sebenarnya menaruh keberatan atas keputusan bersama itu. Meski demikian, Piagam ASEAN memang telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlalu keras terhadap para anggotanya yang belum bisa menaati kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat.
Celah-celah untuk kompromi yang sering kali diistilahkan banyak kalangan sebagai cara ASEAN (the ASEAN way) masih banyak diakomodasi di dalam piagam tersebut. Di bidang ekonomi, misalnya, Piagam ASEAN menjamin hak negara-negara anggota untuk berpartisipasi secara fleksibel dalam pelaksanaan komitmen-komitmen ekonomi di ASEAN. Begitu pula dalam pelaksanaan prinsip-prinsip “politik” ASEAN, seperti khususnya demokrasi dan penghormatan dan jaminan atas hak-hak asasi manusia, asas yang fleksibel tetap dipertahankan.
Satu hal penting dalam Piagam ASEAN yang memang sudah selayaknya dilakukan adalah menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang berorientasi pada rakyat atau bukan organisasi birokrat semata. Dengan demikian, dibuka bahkan didorong kesempatan lebih besar kepada warga masyarakat ASEAN untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih intens.
Pergaulan rakyat ASEAN di kawasan regional dan internasional itu tentu akan berkontribusi positif kepada kerja sama ASEAN dengan mitra-mitranya di seluruh kawasan.
3. Langkah paling maju
Ada tiga rencana ASEAN yang dituliskan di piagam itu. Tiga hal itu adalah menginginkan lahirnya Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Keamanan ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.
Jangan skeptis dulu dengan rencana pembentukan komunitas itu. Atau jangan melihat realitas sekarang jika ingin menilai prospek pembentukan tiga jenis komunitas itu. ASEAN bisa saja tidak terlihat berwibawa, melihat realitas sekarang, dengan mayoritas anggotanya punya masalah tersendiri yang tergolong berat. Beberapa di antaranya bahkan masih tergolong negara paria.
Sesungguhnya, rencana pembentukan komunitas itu merupakan refleksi dari tajamnya visi para pemikir ASEAN. Piagam itu disusun para pakar atau figur terkenal di ASEAN. Wakil dari Indonesia adalah mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas.
Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas terkesan jengkel dengan analisis pengamat yang relatif selalu skeptis melihat ASEAN. “Mereka itu kadang genit, ya,” demikian kalimat lucu dari Ali Alatas mengomentari piagam yang disambut dingin oleh pengamat.
4. Piagam merefleksikan pandangan jauh ke depan.
Bahkan, piagam secara tersirat akan membuat ASEAN malu jika tidak bisa memenuhinya di kemudian hari. Inilah sumbangsih para pemikir ASEAN. Ini merupakan bukti bahwa para pakar ASEAN tidak dungu, tetapi punya sudut pandang yang strategis menuju masa depan.
Hal ini diperkuat lagi dengan rencana pemerintah ASEAN, yang pada November lalu, di Singapura, sudah menandatangani deklarasi pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Bahkan, pada tahun 2008 sudah ada langkah untuk mewujudkan komunitas ekonomi ini. Tujuan akhirnya adalah aliran barang, jasa, warga yang relatif lebih bebas di ASEAN.
Ini strategis mengingat contoh empiris, negara kaya di dunia menjadi makmur karena mobilitas itu. Para teknokrat ekonomi dan para figur terkenal ASEAN sudah memberi contoh soal penyusunan langkah ke depan.
Sekarang ini, eksekusinya ada di lingkungan pemerintah di ASEAN yang sarat problem, bahkan masih suka menyiksa rakyat.
Apakah junta Myanmar tahu piagam, atau lebih percaya piagam ketimbang paranormal? Ini hanya contoh kecil. Tetapi sudahlah, semoga waktu akan mengubah perangai dan perilaku sebagian pemerintahan di ASEAN, yang juga masih sering sekadar berkomitmen dan tidak bertindak nyata. Setidaknya mereka masih mau menorehkan sejarah baru dengan menandatangani Piagam ASEAN dan juga cetak biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2015
5. Strategis
Piagam itu sendiri dinilai strategis karena akan menjadi landasan hukum yang menjamin integrasi politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, demokratisasi, perlindungan hak asasi, dan pelestarian lingkungan.
Pembuatan piagam merupakan terobosan penting dalam sejarah ASEAN, yang selama 40 tahun lebih bersifat peguyuban. Dalam menghadapi tantangan 40 tahun kedua, ASEAN memang membutuhkan pijakan hukum yang lebih jelas dalam membangun blok politik dan ekonomi.
Matematika
Gradien
karena sudah mau UAN, jadi saya memasukan pelajaran ke blog saya. mengingat waktu belajar matematika bareng teman-teman, saya melihat teman-teman saya ini sepertinya kurang paham tentang gradien atau persamaan garis. oleh karena itu, saya akan memasukkan rumus dan contoh soal pada gradien.
RUMUS
1.Melalui (0,0) dengan gradien m ---> y=mx
2.Melalui (0,c) dengan gradien m ---> y=mx+c
3.Melalui (x1-y1) dengan gradien m ---> y-y1=m(x-x1)
4.Melalui (x1,y1) dan (x2,y2) ---> (y-y1)/(y2-y1)=(x-x1)/(x2-x1)
5.2 garis sejajar ---> m1=m2
6.2 garis saling tegak lurus m1.m2=-1
7.y2-y1/x2-x1(gak tau namanya tapi insya Allah saya bisa jelaskan di soal)
SOAL
1. Persamaan garis yang melalui titik (3,4) dan sejajar garis dengan persamaan y=2x+4 adalah...
Cara:
pake rumus nomor 2 y=mx+c
y=2x+4 ---> m1=2
diketahui 2 buah garis sejajar maka :
m1=m2=2
dan juga diketahui melalui titik (3,4), maka persamaan garisnya adalah :
y-y1=m(x-x1)
y-4=2(x-3)
y-4=2x-6
y=2x-2
2. Persamaan garis yang melalui titik (1,-3) dan tegak lurus terhadap garis dengan persamaan y=2/3x+5 adalah...
Cara:
pake rumus nomor 2
m1=2/3
diketahui 2 garis saling tegak lurus maka :
m1.m2=-1
2/3.m2=-1
m2=-3/2
persamaan garis m2 melalui (1,-3), jadi :
y-y1=m(x-x1)
y+3=-3/2(x-1)
y+3=-3/2x+3/2(semua bilangan dikali 2 agar pecahan hilang)
2y+6=-3x+3
2y=-3x-3
3. Tentukan gradien garis yang melalui titik (1, 2) dan (3, 8)!
Cara:
Pake cara nomor 7:
y2-y1/x2-x1
=8-2/3-1
=6/2
=3
karena sudah mau UAN, jadi saya memasukan pelajaran ke blog saya. mengingat waktu belajar matematika bareng teman-teman, saya melihat teman-teman saya ini sepertinya kurang paham tentang gradien atau persamaan garis. oleh karena itu, saya akan memasukkan rumus dan contoh soal pada gradien.
RUMUS
1.Melalui (0,0) dengan gradien m ---> y=mx
2.Melalui (0,c) dengan gradien m ---> y=mx+c
3.Melalui (x1-y1) dengan gradien m ---> y-y1=m(x-x1)
4.Melalui (x1,y1) dan (x2,y2) ---> (y-y1)/(y2-y1)=(x-x1)/(x2-x1)
5.2 garis sejajar ---> m1=m2
6.2 garis saling tegak lurus m1.m2=-1
7.y2-y1/x2-x1(gak tau namanya tapi insya Allah saya bisa jelaskan di soal)
SOAL
1. Persamaan garis yang melalui titik (3,4) dan sejajar garis dengan persamaan y=2x+4 adalah...
Cara:
pake rumus nomor 2 y=mx+c
y=2x+4 ---> m1=2
diketahui 2 buah garis sejajar maka :
m1=m2=2
dan juga diketahui melalui titik (3,4), maka persamaan garisnya adalah :
y-y1=m(x-x1)
y-4=2(x-3)
y-4=2x-6
y=2x-2
2. Persamaan garis yang melalui titik (1,-3) dan tegak lurus terhadap garis dengan persamaan y=2/3x+5 adalah...
Cara:
pake rumus nomor 2
m1=2/3
diketahui 2 garis saling tegak lurus maka :
m1.m2=-1
2/3.m2=-1
m2=-3/2
persamaan garis m2 melalui (1,-3), jadi :
y-y1=m(x-x1)
y+3=-3/2(x-1)
y+3=-3/2x+3/2(semua bilangan dikali 2 agar pecahan hilang)
2y+6=-3x+3
2y=-3x-3
3. Tentukan gradien garis yang melalui titik (1, 2) dan (3, 8)!
Cara:
Pake cara nomor 7:
y2-y1/x2-x1
=8-2/3-1
=6/2
=3
Jumat, 18 Februari 2011
Biologi
Sejarah Carolus Linnaeus
Carolus Linnaeus atau Carl (von) Linné (lahir di Älmhult, 23 Mei 1707 – meninggal di Uppsala, 10 Januari 1778 pada umur 70 tahun) adalah seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern" dan juga merupakan salah satu bapak ekologi modern.
Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan bahasanya. Selain menjadi ahli botani, Linnaeus juga ahli dalam zoologi dan adalah seorang dokter.
Biografi
Carolus Linnaeus lahir di Paroki Stenbrohult (sekarang termasuk wilayah administrasi Älmhult), di bagian selatan Swedia. Ayahnya bernama Nils Ingemarsson Linnaeus dan ibunya bernama Christina Brodersonia. Sejak kecil Linnaeus dilatih menjadi seorang anggota gereja yang setia, sebagaimana ayahnya dan kakeknya (dari ibu), namun ia kurang bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Ketertarikannya dalam studi botani sempat membuat seorang dokter dari kotanya terpesona dan ia dikirim untuk bersekolah di Universitas Lund—universitas terdekat, kemudian pindah ke Universitas Uppsala setelah satu tahun.
Dalam masa-masa ini Linnaeus mempunyai keyakinan bahwa dalam benang sari dan putik bunga terkandung dasar-dasar klasifikasi tumbuhan, maka ia menuliskan sebuah makalah singkat pada suatu mata kuliah yang berhasil membuatnya menjadi pembantu profesor. Tahun 1732 Badan Akademik Ilmu Pengetahuan Alam di Uppsala membiayai ekspedisinya untuk meneliti Laplandia. Hasilnya adalah tulisan berjudul Flora Laponica yang dicetak tahun 1737.
Pada tahun 1735 Linnaeus pindah ke Belanda. Di sana ia mendapatkan gelar dokter dari Universitas Harderwijk. Gelar ini ialah satu-satunya gelar akademik yang berhasil didapatkan Linnaeus, dan ia memperolehnya hanya dalam waktu enam hari, termasuk tiga hari mencetak catatan-catatan botaninya dalam bahasa Latin.
Di Belanda Linnaeus bertemu dengan ahli botani Jan Frederik Gronovius dan memperlihatkannya rancangan makalahnya mengenai taksonomi, yang berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan deskripsi resmi - physalis amno ramosissime ramis angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti olehnya menjadi nama genus-species yang ringkas dan akrab pada zaman sekarang - Physalis angulata - dan penggolongan taksa lebih tinggi dibuat secara berurutan. Meskipun sistem ini, tatanama binomial (nomenklatur binomial), dikembangkan oleh Bauhin bersaudara, Linnaeus dapat dikatakan sebagai yang mempeloporinya.
Pada tahun 1739 Linnaeus menikah dengan Sara Elisabeth Morea di Stockholm. Linnaeus diangkat sebagai profesor dalam bidang kedokteran di Universitas Uppsala pada tahun 1741 dan ia pindah ke sana, tetapi tidak berapa lama kemudian beralih menjadi profesor di bidang botani. Linnaeus meneruskan kerja dalam sistem klasifikasi serta memperluas pula pada Kerajaan (Regnum) Hewan dan Kerajaan Mineral. Pada tahun 1757 ia mendapat gelar kebangsawanan (von) dari Raja Swedia Adolf Fredrik, sehingga dapat menggunakan nama Carl von Linné.
Pada akhir hidupnya, Linnaeus sering menderita sakit, seperti encok dan sakit gigi[1] Ia terkena serangan stroke dua kali, yaitu pada tahun 1774 dan 1776, hingga kehilangan fungsi bagian tubuhnya bagian kanan. Linnaeus meninggal dunia pada 10 Januari 1778 di Uppsala pada suatu upacara di Katedral Uppsala dan kemudian ia dimakamkan di katedral tersebut
Tatanama Linnaeus
Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi ialah pembuatan konvensi penamaan organisme hidup yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah—karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal tatanama biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama pengembangan besar pengetahuan sejarah alam pada abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang kini digunakan secara luas dalam biologi.
Sistem Linnaeus mengklasifikasikan alam dalam hirarki atau tingkatan-tingkatan, dimulai dengan tiga "kerajaan". Kerajaan dibagi ke dalam Kelas dan masing-masing Kelas terbagi dalam Ordo, yang dibagi dalam Genera (bentuk tunggal: genus), yang dibagi dalam Spesies. Di bawah tingkatan spesies, Linnaeus kadang menyebutkan takson yang tidak diberinya nama (untuk tumbuhan, hal ini sekarang dinamai "varietas").
Linnaeus menamai taksa dengan sesuatu yang mengena pada ciri khusus taksa tersebut. Sebagai contoh, manusia adalah Homo sapiens, tetapi ia juga menyatakan bahwa ada species manusia kedua, Homo troglotydes (bermakna "orang goa", yang ia maksudkan untuk simpanse dan sekarang ditempatkan dalam genus berbeda (bukan Homo) melainkan Pan troglotydes). Kelompok mamalia dinamai berdasarkan kelenjar susu (mammae) karena salah satu definisi karakteristik mamalia adalah bahwa mereka merawat bayinya. (Dari beberapa perbedaan antara mamalia dan hewan lain, Linnaeus lebih memilih hal ini karena pandangannya pada pentingnya keberadaan induk betina.)
Hanya sistem pengelompokan hewan oleh Linnaeus yang masih tetap digunakan hingga kini, dan pengelompokan itu sendiri sudah banyak berubah sejak dicetuskan oleh Linnaeus sebagaimana prinsip-prinsip yang melandasi pengelompokan itu juga banyak berubah. Namun demikian, Linnaeus tetap dianggap berjasa mengembangkan gagasan struktur hirarki klasifikasi yang didasari oleh sifat-sifat teramati. Rincian dasar tentang hal yang dapat dianggap sah secara ilmiah untuk disebut 'sifat teramati' itu sendiri telah berubah seiring bertambahnya pengetahuan (contohnya, DNA yang pada masa hidup Linnaeus tidak dikenal telah terbukti bermanfaat dalam mengklasifikasikan dan menentukan hubungan organisme hidup satu dengan lainnya), namun prinsip-prinsip dasarnya tetap masuk akal.
Carolus Linnaeus atau Carl (von) Linné (lahir di Älmhult, 23 Mei 1707 – meninggal di Uppsala, 10 Januari 1778 pada umur 70 tahun) adalah seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern" dan juga merupakan salah satu bapak ekologi modern.
Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan bahasanya. Selain menjadi ahli botani, Linnaeus juga ahli dalam zoologi dan adalah seorang dokter.
Biografi
Carolus Linnaeus lahir di Paroki Stenbrohult (sekarang termasuk wilayah administrasi Älmhult), di bagian selatan Swedia. Ayahnya bernama Nils Ingemarsson Linnaeus dan ibunya bernama Christina Brodersonia. Sejak kecil Linnaeus dilatih menjadi seorang anggota gereja yang setia, sebagaimana ayahnya dan kakeknya (dari ibu), namun ia kurang bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Ketertarikannya dalam studi botani sempat membuat seorang dokter dari kotanya terpesona dan ia dikirim untuk bersekolah di Universitas Lund—universitas terdekat, kemudian pindah ke Universitas Uppsala setelah satu tahun.
Dalam masa-masa ini Linnaeus mempunyai keyakinan bahwa dalam benang sari dan putik bunga terkandung dasar-dasar klasifikasi tumbuhan, maka ia menuliskan sebuah makalah singkat pada suatu mata kuliah yang berhasil membuatnya menjadi pembantu profesor. Tahun 1732 Badan Akademik Ilmu Pengetahuan Alam di Uppsala membiayai ekspedisinya untuk meneliti Laplandia. Hasilnya adalah tulisan berjudul Flora Laponica yang dicetak tahun 1737.
Pada tahun 1735 Linnaeus pindah ke Belanda. Di sana ia mendapatkan gelar dokter dari Universitas Harderwijk. Gelar ini ialah satu-satunya gelar akademik yang berhasil didapatkan Linnaeus, dan ia memperolehnya hanya dalam waktu enam hari, termasuk tiga hari mencetak catatan-catatan botaninya dalam bahasa Latin.
Di Belanda Linnaeus bertemu dengan ahli botani Jan Frederik Gronovius dan memperlihatkannya rancangan makalahnya mengenai taksonomi, yang berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan deskripsi resmi - physalis amno ramosissime ramis angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti olehnya menjadi nama genus-species yang ringkas dan akrab pada zaman sekarang - Physalis angulata - dan penggolongan taksa lebih tinggi dibuat secara berurutan. Meskipun sistem ini, tatanama binomial (nomenklatur binomial), dikembangkan oleh Bauhin bersaudara, Linnaeus dapat dikatakan sebagai yang mempeloporinya.
Pada tahun 1739 Linnaeus menikah dengan Sara Elisabeth Morea di Stockholm. Linnaeus diangkat sebagai profesor dalam bidang kedokteran di Universitas Uppsala pada tahun 1741 dan ia pindah ke sana, tetapi tidak berapa lama kemudian beralih menjadi profesor di bidang botani. Linnaeus meneruskan kerja dalam sistem klasifikasi serta memperluas pula pada Kerajaan (Regnum) Hewan dan Kerajaan Mineral. Pada tahun 1757 ia mendapat gelar kebangsawanan (von) dari Raja Swedia Adolf Fredrik, sehingga dapat menggunakan nama Carl von Linné.
Pada akhir hidupnya, Linnaeus sering menderita sakit, seperti encok dan sakit gigi[1] Ia terkena serangan stroke dua kali, yaitu pada tahun 1774 dan 1776, hingga kehilangan fungsi bagian tubuhnya bagian kanan. Linnaeus meninggal dunia pada 10 Januari 1778 di Uppsala pada suatu upacara di Katedral Uppsala dan kemudian ia dimakamkan di katedral tersebut
Tatanama Linnaeus
Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi ialah pembuatan konvensi penamaan organisme hidup yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah—karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal tatanama biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama pengembangan besar pengetahuan sejarah alam pada abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang kini digunakan secara luas dalam biologi.
Sistem Linnaeus mengklasifikasikan alam dalam hirarki atau tingkatan-tingkatan, dimulai dengan tiga "kerajaan". Kerajaan dibagi ke dalam Kelas dan masing-masing Kelas terbagi dalam Ordo, yang dibagi dalam Genera (bentuk tunggal: genus), yang dibagi dalam Spesies. Di bawah tingkatan spesies, Linnaeus kadang menyebutkan takson yang tidak diberinya nama (untuk tumbuhan, hal ini sekarang dinamai "varietas").
Linnaeus menamai taksa dengan sesuatu yang mengena pada ciri khusus taksa tersebut. Sebagai contoh, manusia adalah Homo sapiens, tetapi ia juga menyatakan bahwa ada species manusia kedua, Homo troglotydes (bermakna "orang goa", yang ia maksudkan untuk simpanse dan sekarang ditempatkan dalam genus berbeda (bukan Homo) melainkan Pan troglotydes). Kelompok mamalia dinamai berdasarkan kelenjar susu (mammae) karena salah satu definisi karakteristik mamalia adalah bahwa mereka merawat bayinya. (Dari beberapa perbedaan antara mamalia dan hewan lain, Linnaeus lebih memilih hal ini karena pandangannya pada pentingnya keberadaan induk betina.)
Hanya sistem pengelompokan hewan oleh Linnaeus yang masih tetap digunakan hingga kini, dan pengelompokan itu sendiri sudah banyak berubah sejak dicetuskan oleh Linnaeus sebagaimana prinsip-prinsip yang melandasi pengelompokan itu juga banyak berubah. Namun demikian, Linnaeus tetap dianggap berjasa mengembangkan gagasan struktur hirarki klasifikasi yang didasari oleh sifat-sifat teramati. Rincian dasar tentang hal yang dapat dianggap sah secara ilmiah untuk disebut 'sifat teramati' itu sendiri telah berubah seiring bertambahnya pengetahuan (contohnya, DNA yang pada masa hidup Linnaeus tidak dikenal telah terbukti bermanfaat dalam mengklasifikasikan dan menentukan hubungan organisme hidup satu dengan lainnya), namun prinsip-prinsip dasarnya tetap masuk akal.
American idiot solo cover
karena modem saya lelet, fat lipnya saya unggah beberapa waktu lagi. untuk sementara saya isi dengan american idiot solo cover. silahkan menikmati :D
Senin, 14 Februari 2011
Sum 41- Fat lip guitar tab
Akhirnya saya bisa memasukkan tab ke blog saya ini. dikarekan banyaknya tugas dan kerjaan, jadi saya baru bisa memasukan sekarang. silahkan mencoba untuk yang bisa maen gitar. yang gak bisa, silahkan belajar dari nol hahaha.
enjoy this tab guys!!!
video di tunggu
Song: Fat Lip
Artist: Sum 41
Album: All Killer, No Filler
As tabbed by Baskoro ismail
m = palm mute
Dropped D tuning
Intro
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--------------------------------------------------------
D------------6-------------------------6-----------------
A-------------------------9-------------------------9--7-
D--6m-7m-9m-----6m-7m-9m-----6m-7m-9m-----6m-7m-9m-------
Riff A (Guitar 1)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G-----------------------2------------------------2-------
D--0h2---2--2---0h2--2--2---0h2---2--2---0h2--2--2-------
A--0h2---2--2---0h2--2--0---0h2---2--2---0h2--2--0-------
D--0h2---2--2---0h2--2------0h2---2--2---0h2--2----------
Verse A (Guitar 1)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G------------------4-4----2-2----------------------------
D--2-2----2p1h2----4-4----2-2----2p1h2-------------------
A--2-2-------------2-2----0-0----------------------------
D--2-2------------------------------------7-6-4----------
("Storming through the party...")
Verse B (Guitar 2)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G------------------4-4----2-2----------------------------
D--2-2----2p1h2----4-4----2-2----6p4h6-------------------
A--2-2-------------2-2----0-0----------------------------
D--2-2------------------------------------7-6-4----------
Pre-Chorus (each hit 8 times and palm muted)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--1-1---6-------1-1---6---------------------------------
D--2-2---6---7---2-2---6---7-----------------------------
A--2-2---4---7---2-2---4---7-----------------------------
D--2-2-------7---2-2-------7-----------------------------
("I know I'm not...")
Chorus A (Guitar 1, each hit 4 times)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--9----------------------9------------------------------
D--9--9--11-11--6-7-6-7---9--9--11-11--6-7-6-7-----------
A--7--9--11-11--6-7-6-7---7--9--11-11--6-7-6-7-----------
D-----9--11-11--6-7-6-7------9--11-11--6-7-6-7-----------
("I don't wanna waste my time...")
Chorus B (Guitar 2)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--13----------------------------------------------------
D---x--9--11-------6--6-6--7--7-7--6--6-6--7--7-7--------
A--11--x---x-(x8)--x--x-x--x--x-x--x--x-x--x--x-x--------
D------9--11-------6--6-6--7--7-7--6--6-6--7--7-7--------
(continued)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--13------------------------------11--11-11--9--9-9-----
D---x--9--11-------6--6-6--7--7-7---x---x--x--x--x-x-----
A--11--x---x-(x8)--x--x-x--x--x-x---9---9--9--7--7-7-----
D------9--11-------6--6-6--7--7-7------------------------
Fill 1
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G-----------------------------------------2--------------
D--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x--2--------------
A--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x--0--------------
D--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x-----------------
("Back down...down...")
Bridge A (Guitar 1)
e------0--------0--------0-------------------------------
B----0---0----0---0----0---0-----------------------------
G--------------------------------------------------------
D--2--------1--------------------2-----------------------
A--------------------4---------0---0---------------------
D--------------------------------------------------------
("Don't count on me...")
Bridge B (Guitar 2)
e--0---0---2---0---0---0-------0-----0-------------------
B----0---0---0---0---0---0-0h2---2p0---------------------
G--------------------------------------------------------
D--------------------------------------------------------
A--------------------------------------------------------
D--------------------------------------------------------
Fill 2
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G----------------7---------------------------------------
D--7\--0m--------0---------------------------------------
A--7\--0m-(x16)--5-(x16)---------------------------------
D--7\--0m--------0---------------------------------------
Outro
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--------------------------------------------------------
D--2-2---2-2---------------------------------------------
A--2-2---2-2---------------------------------------------
D--2-2---2-2---------------------------------------------
Riff A
Riff A, B
Verse
Pre-Chorus
Chorus A, B
Riff A, B
Verse
Pre-Chorus
Chorus A, B
Fill 1
Bridge A
Bridge A, B
Riff B
Fill 2
Chorus A, B
Riff A, B
Outro
enjoy this tab guys!!!
video di tunggu
Song: Fat Lip
Artist: Sum 41
Album: All Killer, No Filler
As tabbed by Baskoro ismail
m = palm mute
Dropped D tuning
Intro
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--------------------------------------------------------
D------------6-------------------------6-----------------
A-------------------------9-------------------------9--7-
D--6m-7m-9m-----6m-7m-9m-----6m-7m-9m-----6m-7m-9m-------
Riff A (Guitar 1)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G-----------------------2------------------------2-------
D--0h2---2--2---0h2--2--2---0h2---2--2---0h2--2--2-------
A--0h2---2--2---0h2--2--0---0h2---2--2---0h2--2--0-------
D--0h2---2--2---0h2--2------0h2---2--2---0h2--2----------
Verse A (Guitar 1)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G------------------4-4----2-2----------------------------
D--2-2----2p1h2----4-4----2-2----2p1h2-------------------
A--2-2-------------2-2----0-0----------------------------
D--2-2------------------------------------7-6-4----------
("Storming through the party...")
Verse B (Guitar 2)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G------------------4-4----2-2----------------------------
D--2-2----2p1h2----4-4----2-2----6p4h6-------------------
A--2-2-------------2-2----0-0----------------------------
D--2-2------------------------------------7-6-4----------
Pre-Chorus (each hit 8 times and palm muted)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--1-1---6-------1-1---6---------------------------------
D--2-2---6---7---2-2---6---7-----------------------------
A--2-2---4---7---2-2---4---7-----------------------------
D--2-2-------7---2-2-------7-----------------------------
("I know I'm not...")
Chorus A (Guitar 1, each hit 4 times)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--9----------------------9------------------------------
D--9--9--11-11--6-7-6-7---9--9--11-11--6-7-6-7-----------
A--7--9--11-11--6-7-6-7---7--9--11-11--6-7-6-7-----------
D-----9--11-11--6-7-6-7------9--11-11--6-7-6-7-----------
("I don't wanna waste my time...")
Chorus B (Guitar 2)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--13----------------------------------------------------
D---x--9--11-------6--6-6--7--7-7--6--6-6--7--7-7--------
A--11--x---x-(x8)--x--x-x--x--x-x--x--x-x--x--x-x--------
D------9--11-------6--6-6--7--7-7--6--6-6--7--7-7--------
(continued)
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--13------------------------------11--11-11--9--9-9-----
D---x--9--11-------6--6-6--7--7-7---x---x--x--x--x-x-----
A--11--x---x-(x8)--x--x-x--x--x-x---9---9--9--7--7-7-----
D------9--11-------6--6-6--7--7-7------------------------
Fill 1
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G-----------------------------------------2--------------
D--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x--2--------------
A--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x--0--------------
D--2-2--x--2-2--x-x--2--2-2--x--2-2--x-x-----------------
("Back down...down...")
Bridge A (Guitar 1)
e------0--------0--------0-------------------------------
B----0---0----0---0----0---0-----------------------------
G--------------------------------------------------------
D--2--------1--------------------2-----------------------
A--------------------4---------0---0---------------------
D--------------------------------------------------------
("Don't count on me...")
Bridge B (Guitar 2)
e--0---0---2---0---0---0-------0-----0-------------------
B----0---0---0---0---0---0-0h2---2p0---------------------
G--------------------------------------------------------
D--------------------------------------------------------
A--------------------------------------------------------
D--------------------------------------------------------
Fill 2
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G----------------7---------------------------------------
D--7\--0m--------0---------------------------------------
A--7\--0m-(x16)--5-(x16)---------------------------------
D--7\--0m--------0---------------------------------------
Outro
e--------------------------------------------------------
B--------------------------------------------------------
G--------------------------------------------------------
D--2-2---2-2---------------------------------------------
A--2-2---2-2---------------------------------------------
D--2-2---2-2---------------------------------------------
Riff A
Riff A, B
Verse
Pre-Chorus
Chorus A, B
Riff A, B
Verse
Pre-Chorus
Chorus A, B
Fill 1
Bridge A
Bridge A, B
Riff B
Fill 2
Chorus A, B
Riff A, B
Outro
Jumat, 11 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Minggu, 06 Februari 2011
Pidato bahasa indonesia
beberapa waktu lalu saya mendapat tugas membacakan pidato dari guru saya. dan di bawah ini ada teks pidato yang saya bacakan pada waktu lalu itu:
"Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Guru
Dan teman-teman yang saya cintai.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya yang telah diberikan kepada kita semua. Terima kasih atas kehadiran bapak/ibu guru dan teman-teman untuk memenuhi undagan saya.
Dalam kesempatan ini saya akan membicarakan tentang lingkungan hidup.
Pertama, saya akan memberikan gambaran tentang lingkungan bersih dan sehat. Lingkungan bersih dan sehat artinya lingkungan di mana tidak terdapat kotoran atau sampah di sekitar lingkungan, saluran air yang bersih dan lancar, adanya penghijauan lingkungan.
Lingkungan sehat dan lingkungan kotor dapat dibandingkan dengan mudah sekali.
Lingkungan kotor adalah lingkungan yang penuh kotoran atau sampah, saluran air yang kotor dan macet, tidak adanya penghijauan.
Untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan kotoran, harus ada tempat-tempat pembuangan sampah di setiap perumahan, perkantoran, dan tempat umum. Adanya petugas lingkungan yang membantu menjaga kebersihan lingkungan. Adanya saluran air yang tepat untuk menghindari genangan-genangan air yang menyebabkan banjir atau penyakit. Dibuatnya penghijaun dengan menanam tanaman yang dapat menghindari atau mengurangi banjir, mengurangi polusi untuk membentuk oksigen.
Dengan menghindari sampah dan kotoran lingkungan juga berarti menghindari penyakit yang disebabkan lingkungan kotor, seperti : demam berdarah, disentri, mamalia, influenza, dll.
Lingkungan bersih dimulai dari lingkungan terkecil yaitu, keluarga, RT, RW, sekolah, pemerintah kota. Ada berbagai cara untuk menyadarkan tanggung jawab masyarakat. Kalo di RT/RW mengadakan kerja bakti, sedangkan kalo di sekolah mengadakan pendidikan tentang lingkungan hidup. Yang bertanggung jawab atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah semua warga. Semua warga harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya. Jika tidak, lingkungan tidak akan terasa bersih, sehat, dan nyaman.
Kesimpulan dari pidato saya adalah kita semua harus menjaga lingkungan kita, dan saya berharap agar para warga menjaga kebersihan lingkungannya.
Mungkin hanya ini yang saya bisa sampaikan, jika ada kesalahan pada pidato saya, mohon dimaafkan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih."
"Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Guru
Dan teman-teman yang saya cintai.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya yang telah diberikan kepada kita semua. Terima kasih atas kehadiran bapak/ibu guru dan teman-teman untuk memenuhi undagan saya.
Dalam kesempatan ini saya akan membicarakan tentang lingkungan hidup.
Pertama, saya akan memberikan gambaran tentang lingkungan bersih dan sehat. Lingkungan bersih dan sehat artinya lingkungan di mana tidak terdapat kotoran atau sampah di sekitar lingkungan, saluran air yang bersih dan lancar, adanya penghijauan lingkungan.
Lingkungan sehat dan lingkungan kotor dapat dibandingkan dengan mudah sekali.
Lingkungan kotor adalah lingkungan yang penuh kotoran atau sampah, saluran air yang kotor dan macet, tidak adanya penghijauan.
Untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan kotoran, harus ada tempat-tempat pembuangan sampah di setiap perumahan, perkantoran, dan tempat umum. Adanya petugas lingkungan yang membantu menjaga kebersihan lingkungan. Adanya saluran air yang tepat untuk menghindari genangan-genangan air yang menyebabkan banjir atau penyakit. Dibuatnya penghijaun dengan menanam tanaman yang dapat menghindari atau mengurangi banjir, mengurangi polusi untuk membentuk oksigen.
Dengan menghindari sampah dan kotoran lingkungan juga berarti menghindari penyakit yang disebabkan lingkungan kotor, seperti : demam berdarah, disentri, mamalia, influenza, dll.
Lingkungan bersih dimulai dari lingkungan terkecil yaitu, keluarga, RT, RW, sekolah, pemerintah kota. Ada berbagai cara untuk menyadarkan tanggung jawab masyarakat. Kalo di RT/RW mengadakan kerja bakti, sedangkan kalo di sekolah mengadakan pendidikan tentang lingkungan hidup. Yang bertanggung jawab atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah semua warga. Semua warga harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya. Jika tidak, lingkungan tidak akan terasa bersih, sehat, dan nyaman.
Kesimpulan dari pidato saya adalah kita semua harus menjaga lingkungan kita, dan saya berharap agar para warga menjaga kebersihan lingkungannya.
Mungkin hanya ini yang saya bisa sampaikan, jika ada kesalahan pada pidato saya, mohon dimaafkan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih."
Sabtu, 05 Februari 2011
Lirik sartir sarkas(pee wee gaskins)
INTRO
Aku berlari membawa pergi luka dijiwa
Menutup lubang besar di hati saat kau tak ada
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
INTRO 2X
Berhari – hari aku menunggu hilangnya kecewa
Membakar sisa kenangan di hati kau membuatku gila
Dan kaupun dengannya Banyak yang mencela Semua tertawa
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
INTERLUDE
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
(pelan)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
REFF AKHIR :
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (Kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghianat jiwa)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghianat jiwa)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (Kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghiaat jiwa)
Aku berlari membawa pergi luka dijiwa
Menutup lubang besar di hati saat kau tak ada
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
INTRO 2X
Berhari – hari aku menunggu hilangnya kecewa
Membakar sisa kenangan di hati kau membuatku gila
Dan kaupun dengannya Banyak yang mencela Semua tertawa
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
INTERLUDE
REFF
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
Kau tak punya selera
Kau penghianat jiwa
(pelan)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya
REFF AKHIR :
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (Kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghianat jiwa)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghianat jiwa)
Sejenakku terhentak saatku dengar kau dengannya (Kau tak punya selera)
Dari sekian banyak pilihan mengapa kau pilih dengannya (kau penghiaat jiwa)
Lirik dan chord Dan waktupun menjawab(Pee wee gaskins)
INTRO
B A B A 2x
INTRO 2
G A B A B A D 4x G
B (palm muting) G
Ada yang salah saat ku melihatmu menatap dia…dia….
B (palm muitng) D E G D E G
Hati ini tak tenang, namun kaupun semakin tenggelam dalam bayang-bayang dirinya….
REFF :
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D G....
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
B (palm muting) G
Ku terus mencoba untuk mengalihkan rasa curigaku, tenang aku tenang
B (palm muitng)
Namun tak bisa ku tutupi semua rasa yang mengganggu dan kau
D E G D E G
pun perlahan…, perlahan hilang
REFF :
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
B A B A D
G A F# B A
Semakin kau menutupi semakin ku mengerti apa isi hatimu
G A F# B A
Sudahlah tak perlu kau berkelit, karena kaupun tak berdaya untuk terus
G A G A G A G A
mengelak mengelak...
D F# G A
Dan waktupun menjawab semua tanya
B F# G A
Hidup pun menuntutku harus menerima
D F# G A
Biarkanlah karena ku percaya karma
B F# G A B A G B A G
Berbahagialah hingga saatnya tiba….Tiba…tibaa Tiba…tibaa…datang
INTERLUDE
G A B A B A D 2x
G A B A B A D
Dan kini kaupun telah berpisah (darinya terimalah karma)
G A B A B A
Hingga kaupun tahu siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
G A B A B A D
Dan kini kaupun telah berpisah (darinya terimalah karma)
G A B A B A D
Hingga kaupun tahu siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
(pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
(pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
G.....
copas dari punya kak omo hahaha
B A B A 2x
INTRO 2
G A B A B A D 4x G
B (palm muting) G
Ada yang salah saat ku melihatmu menatap dia…dia….
B (palm muitng) D E G D E G
Hati ini tak tenang, namun kaupun semakin tenggelam dalam bayang-bayang dirinya….
REFF :
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D G....
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
B (palm muting) G
Ku terus mencoba untuk mengalihkan rasa curigaku, tenang aku tenang
B (palm muitng)
Namun tak bisa ku tutupi semua rasa yang mengganggu dan kau
D E G D E G
pun perlahan…, perlahan hilang
REFF :
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
G A B A B A D
Dimanakah hatimu berada (dihatiku atau dihatinya?)
G A B A B A D
Apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
B A B A D
G A F# B A
Semakin kau menutupi semakin ku mengerti apa isi hatimu
G A F# B A
Sudahlah tak perlu kau berkelit, karena kaupun tak berdaya untuk terus
G A G A G A G A
mengelak mengelak...
D F# G A
Dan waktupun menjawab semua tanya
B F# G A
Hidup pun menuntutku harus menerima
D F# G A
Biarkanlah karena ku percaya karma
B F# G A B A G B A G
Berbahagialah hingga saatnya tiba….Tiba…tibaa Tiba…tibaa…datang
INTERLUDE
G A B A B A D 2x
G A B A B A D
Dan kini kaupun telah berpisah (darinya terimalah karma)
G A B A B A
Hingga kaupun tahu siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
G A B A B A D
Dan kini kaupun telah berpisah (darinya terimalah karma)
G A B A B A D
Hingga kaupun tahu siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
(pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
(pecundang tetaplah pecundang)
B A B A D
G.....
copas dari punya kak omo hahaha
Rabu, 02 Februari 2011
Lirik aku sungguh-sungguh(tompi)
cukup kupandang cintaku, di dalam hati ini saja
kini saatnya kuntunjukkan, pada dunia
tak ada maksud hatiku, merebut cintamu darinya
hanyalah waktu yang membuat kita terlambat bertemu
sungguh kuingin cintamu bersanding denganku
kuingin bahagia tanpa, harus menyakitinya
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
cukup kupandang cintaku, di dalam hati ini saja
kini saatnya kuntunjukkan, pada dunia
meski kuingin cintamu bersanding denganku
kuingin bahagia tanpa, harus menyakitinya
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
(solo)
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
kini saatnya kuntunjukkan, pada dunia
tak ada maksud hatiku, merebut cintamu darinya
hanyalah waktu yang membuat kita terlambat bertemu
sungguh kuingin cintamu bersanding denganku
kuingin bahagia tanpa, harus menyakitinya
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
cukup kupandang cintaku, di dalam hati ini saja
kini saatnya kuntunjukkan, pada dunia
meski kuingin cintamu bersanding denganku
kuingin bahagia tanpa, harus menyakitinya
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
(solo)
Aku sungguh-sungguh tak mau
bila harus jadi kekasih gelap yang tak akan bisa, membanggakan kamu
sungguh-sungguh tak mau
bila harus terus berpura-pura seolah tak ada sesuatu, diantara kita
Langganan:
Komentar (Atom)
